LAPORAN HASIL KUISIONER
KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL TENAGA KEPENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Ditujukan untuk memenuhi tugas individu Sistem Informasi Pendidikan
Dosen pengampu : Ibu Hana M. Pd
Disusun oleh :
Neneng Wahidatul Asna (1920.04.011)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM SAHID BOGOR
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Ditengah berkembang pesatnya arus kemajuan teknologi informasi dan komunikasi diera serba digital, Kecanggihan teknologi, komunikasi serta informasi yang semakin pesat sangat mempengaruhi tingkat kemajuan pendidikan di Indonesia, dengan adanya teknologi tentunya sangat membantu dalam kegiatan dan proses belajar mengajar. Tetapi untuk itu kita harus melek akan pengetahuan mengenai teknologi itu sendiri melalui literasi digital.
Kemampuan literasi digital ini sudah seharusnya menjadi salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh semua orang. Terkhusus bagi tenaga pendidik, memiliki kemampuan literasi digital merupakan suatu kebutuhan yang menunjang kemampuan, pengetahuan serta keterampilan dalam menggunakan media maupun alat-alat komunikasi dengan baik, cermat dan bijaksana.
B. Rumusan Masalah
- Apa yang dimaksud literasi digital?
- Bagaimana hasil dari kuisioner mengenai kemampuan literasi digital tenaga pendidik sekolah menengah pertama?
C. Tujuan
- Menambah pengetahuan serta wawasan mengenai literasi digital
- Mengetahui hasil dari kuisioner mengenai kemampuan literasi digital tenaga pendidik sekolah menengah pertama.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Tinjauan teori
Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, audio/visual dengan kata lain literasi digital merupakan suatu pengetahuan serta kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.
Kemampuan literasi digital harus dimiliki oleh setiap individu, individu yang memiliki kemampuan ini akan mampu memproses sebuah informasi, memahami sebuah pesan dan dapat berkomunikasi dengan baik. Apalagi ditengah maraknya kasus pandemi yang mengharuskan kita untuk lebih aktif, ekspresif, partisipatif serta kreatif didunia maya.
Dalam lingkup/ sektor pendidikan literasi digital sedang menjadi sorotan tajam karena seluruh kegiatan pembelajaran harus dilakukan melalui media elektronik, sehingga kemampuan literasi digital tenaga pendidik maupun peserta didik perlu ditingkatkan dengan cukup signifikan. Hal ini perlu dilakukan agar pembelajaran melalui media elektronik (daring) dapat berjalan secara efektif.
Tetapi seperti yang kita ketahui media sosial memiliki dua sisi mata pedang yakni sisi yang berdampak positif dan sisi yang berdampak negatif. Sisi positif yang dapat dirasakan adalah mampu memproses, memberi maupun menerima infomasi dengan cepat, kelancaran berkomunikasi meskipun jarak jauh dan ada pula sisi negatif dari penggunaan media massa ini diantaranya ketergantungan yang berlebih akan media, mengurangi privasi individu, banyaknya situs penipuan bahkan meningkatnya potensi kasus kriminal. Dampak sisi negatif dapat ditekan dengan pengetahuan serta kemampuan digital individu yang mumpuni, bertanggung jawab, cerdas, bijak serta penuh kesadaran.
Menurut Alkalai (2004) terdapat 5 (lima) jenis kemahiran yang tercakup dalam istilah umum digital literacy meliputi:
- Photo – visual literacy adalah kemampuan untuk membaca dan menyimpulkan informasi dalam bentuk visual;
- Reproduksi literacy adalah kemampuan dalam menggunakan teknologi digital untuk menciptakan sebuah karya baru dari pekerjaan;
- Percabangan literacy adalah kemampuan untuk berhasil menavigasi di media non-linear dari ruang digital;
- Informasi literacy adalah kemampuan untuk mencari, menemukan, menilai dan mengevaluasi secara kritis informasi yang ditemukan dalam situs web;
- Sosio-emosional literacy mengacu pada aspek-aspek sosial dan emosional hadir secara online, apakah itu mungkin melalui sosialisasi, dan berkolaborasi atau hanya mengkonsumsi konten.
Sementara itu, Douglas A.J. Belshaw dalam tesisnya What is 'Digital Literacy'? (2012) mengatakan bahwa ada delapan elemen esensial untuk mengembangkan literasi digital, yaitu sebagai berikut:
- Kultural, yaitu pemahaman akan beragam konteks pengguna dunia digital;
- Kognitif, yaitu daya pikir dalam menilai sebuah konten;
- Konstruktif, yaitu reka cipta sesuatu yang ahli dan aktual;
- Komunikatif, yaitu memahami kinerja jejaring dan komunikasi di dunia digital;
- Kepercayaan diri yang bertanggung jawab;
- Kreatif, melakukan hal baru dengan cara baru;
- Kritis dalam menyikapi konten; dan literasi digital sebagai kecakapan hidup; dan
- Bertanggung jawab secara sosial.
B. Laporan Hasil Kuisioner
Berikut beberapa pertanyaan dan jawaban dari kuisoner yang telah dibagikan kepada tenaga pendidik sekolah menengah pertama, berikut adalah penjabarannya :

Komputer merupakan alat elektronik serta alat bantu yang digunakan untuk mengolah data menurut prosedur yang sudah dirumuskan, banyak sekali manfaat yang bisa kita rasakan ketika kita sudah bisa memanfaatkan komputer ini dalam menunjang kehidupan sehari-hari maupun kegiatan dalam ranah pendidikan sebagai contoh manfaat bagi peserta didik komputer dapat digunakan dalam belajar, mengerjakan tugas, maupun mengirim tugas melalui via online, dan bagi tenaga pendidik komputer dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif, bisa juga digunakan untuk membuat dokumen, table, maupun hal-hal lain yang menunjang berjalannya kegiatan pembelajaran. Maka dari itu kemampuan dalam menggunakan komputer harus ditingkatkan melalui pelatihan 'kursus komputer' maupun bisa dilakukan secara autodidak dengan melihat tutorial pembelajaran komputer di media sosial.
Perolehan data diatas menyatakan bahwa 100% tenaga pendidik sudah dapat menggunakan komputer dengan baik.
2. Apakah bapak/ibu menggunakan telepon pintar (smartphone)?
Telepon pintar Sudah lumrah dan menjadi suatu kebutuhan bagi semua kalangan dalam menunjang kehidupan sehari-hari. Banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan dengan adanya ponsel pintar ini. Seperti kamus bahasa berbentuk digital, e-book digital, rumus matematika, informasi dan pengetahuan baru yang tersebar luas disitus media sosial dan banyak hal lainnya yang berbau positif yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun dalam lingkup pendidikan.
Penggunaan telepon pintar tidak dapat dibendung karena mudah diakses oleh semua kalangan, tetapi harus ada beberapa batasan dalam penggunaannya agar tidak timbul rasa ketergantungan akan telepon pintar ini.
Dari hasil data yang diperoleh menyatakan bahwa 100% tenaga Pendidik sudah mempunyai telepon pintar untuk keperluan sehari - hari maupun dalam kegiatan pembelajaran.
3. Apakah bapak/ibu bisa menggunakan microsoft word dan excel dengan baik?
Microsoft Word dan microsot excel adalah sebuah aperangkat lunak pengolah kata yang sangat populer untuk membuat laporan, surat, brosur maupun table dengan berbagai variasi yang menarik. Kemampuan ini perlu dimiliki oleh tenaga pendidik untuk meningkatkan konsep serta media pembelajaran agar konsep serta media pembelajaran kepada peserta didik lebih bervariasi, beragam bahkan menjadikan pembelajaran lebih efektif, efisien serta menarik pastinya.
Dari data yang diperoleh menyatakan bahwa hanya 60% dari tenaga pendidik yang dapat menggunakan dan mengaplikasikasikan fitur mc.wrod maupun excel dan 40% menyatakan sebaliknya.
4. Apakah bapak/ibu memiliki akun e-mail?
Electronic mail atau biasa dikenal dengan sebutan e-mail, dalam bahasa indonesia e-mail memiliki arti surat elektronik. E-mail sendiri berfungsi sebagai sarana untuk mengirim pesan atau data melalui jaringan internet. Dan sudah selayaknya tenaga pendidik memanfaatkan fitur ini untuk menunjang pembelajara dan mengajak peserta didik untuk melek teknologi yakni memberikan kuasa agar peserta didik (baik siswa maupun mahasiswa) dapat menggunakan e-mail sebagai salah satu media atau perantara mengirimkan tugas kepada pendidik (guru atau dosennya) maupun antar peserta didik itu sendiri.
Dari hasil perolehan data menyatakan bahwa 100% tenaga pendidik sudah memiliki akun e-mail untuk keperluan pribadi maupun kegiatan pembelajaran.
5. Apakah bapak/ibu sudah mempunyai akun pada salah satu media sosial seperti (Facebook, Instagram, Twitter, maupun WhatsApp).
Sudah tidak asing lagi bahwa hampir semua orang mempunya akun sosial media bahkan banyak dari mereka yang memiliki lebih dari satu akun. Banyak sekali manfaat ketika kita memiliki akun media sosial diantaranya mendapatkan lebih banyak informasi sehingga menambah wawasan dan pengetahuan, menjalin hubungan perteman, serta ada juga yang menggunakan media sosial sebagai media mengekspresikan diri.
Dari data yang diperoleh menyatakan bahwa 100% tenaga pendidik sudah memiliki satu bahkan lebih akun media sosial.
6. Ketika bapak/ ibu mencari informasi, hal yang pertama kali di lakukan adalah?
Ternyata situs atau website internet merupakan tempat segudang informasi yang menjadi salah satu pilihan para pembaca dan informan dalam mencari suatu berita maupun informasi. Tetapi perlu sikap kritis dan selalu berhati-hati dalam mencari sebuah informasi karena banyak berita maupun informasi yang tidak jelas sumber maupun kebenarannya.
Data yang diperoleh menyatakan bahwa 100% dari tenaga pendidik lebih memilih mencari sebuah informasi melalui situs internet dan ini sekaligus membuktikan bahwa tenaga pendidik sudah mengerti cara menggunakan dan memanfaatkan situs internet.
7. Apakah bapak/ibu pernah menggunakan sumber-sumber informasi digital berupa e-book, koleksi audio/visual dalam proses kegiatan pembelajaran?
Digital e-book merupakan buku digital yang sekarang sedang digandrungi untuk menunjang kegiatan pembelajaran apalagi ditengah pandemi, buku digital sangat membantu tenaga pendidik untuk memberikan materi pembelajaran kepada peserta didik secara lebih praktis, portable, ramah lingkungan, murah, dan lebih simpel pastinya.
Dari hasil data yang diperoleh menyatakan bahwa 60% tenaga pendidik sudah menggunaan media elektronik/digital untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan 40% lainnya belum memanfaatkan media elektronik untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
8. Apakah bapak/ibu menggunakan layanan buku sekolah digital dari kemebdikbud yang beralamat di www.bukusekolahdigital.com?
Buku sekolah digital (BSD) merupaka suatu representasi dari buku sekolah elektronik yang merupakan program dari Departemen Pendidikan Nasional indonesia yang mana bertujuan untuk menyebarkan buku pembelajaran dalam bentuk digital ke seluruh jenjang pendidikan.
9. Apakah bapak/ibu pernah mengikuti forum blog guru yang beralamat di http://www.blog.web.id?
Pada situs forum blog guru terdapat aneka ragam materi pendidikan yang dapat dibaca untuk menambah perbendaharaan pengetahuan tenaga pendidik serta pada forum ini juga terdaoat forum komunitas yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan anggota lainnya. Forum ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan kita seputar pendidikan yang memang didalamnya merupakan anggota-anggota yang berkecimpung langsung dalam dunia pendidikan.
Dari data yang diperoleh menyatakan bahwa 75% tenaga pendidik belum masuk maupun berkecimpung dalam forum diskusi berbentuk digital dan 25% diantaranya sudah.
10. Apakah bapak/ibu sudah menggunakan layanan e-resources dari perpustakaan nasional untuk menunjang pembelajaran disekolah?
E-resource merupakan suatu situs web digital online dari perpustakaan nasional republik indonesia Untuk memenuhi kebutuhan pemustaka, dalam situs ini melanggani berbagai bahan perpustakaan digital online (e-Resources) seperti jurnal , ebook, dan masih banyal lagi karya-karya serta referensi-referensi lainnya yang mampu mempermudah semua orang terutama untuk tenaga pendidik dalam mencari materi atau bahan ajar, informasi, serta menambah wawasan dengan sesimple dan praktis mungkin situs ini bisa menjad solusinya.
Dari data yang diperoleh menyatakan bahwa masih rendah sekali tenaga pendidik yang menggunakan layanan e-resources yakni 80% diantaranya belum dan 20% diantaranya belum.
11. Apakah bapak/ibu termasuk orang yang lebih senang melihat dan membaca disitus web internet dibandingkan membaca secara langsung dibuku?
Rata-rata banyak orang yang mencari informasi tidak ingin bertele-tele yakni langsung kepada intinya sehingga mencari alternatif dengan langsung masuk kepada situs atau website pencarian pada internet. Padahal faktanya membaca buku secara fisik/langsung lebih baik karena banyaj sekali serapan-serapan ilmu lainnya yang mampu meningkatkan minat baca kita, tetapi memang ada kelebihan dan kelemahan antara keduanya jadi gunakan sebijak dan secermat mungkin.
Dari data yang diperoleh menyatakan bahwa 80% tenaga pendidik lebih senang membaca pada situs internet dan 20% diantaranya lebih suka membaca pada fisik buku secara langsung.
12. Apakah bapak/ibu bersikap kritis dalam menyikapi dan menilai sebuah konten?
Hampir semua lini kehidupan disuguhi dengan berita, kasus, isu yang berkembang di masyarakat. Baik itu dari media massa berupa koran, majalah, televisi, dan internet. Semua dituntut untuk jeli dalam memilah, memilih dan memutuskan bacaan, tontonan dan berita yang bermutu. Tak hanya sekedar bermutu, tetapi juga berimbang dan dapat terpercaya. Untuk itu, kita dituntut untuk lebih berhati-hati berpikir kritis dalam menyikapi beberapa konten agar berita atau informasi yang didapat dapat dipertanggung jawabkan.
Dari data yang diperoleh bahwa 80% tenaga pendidik bersikap kritis dan berhati-hati dalam mencari, menerima maupun menyikapi sebuah informasi dan 20% diantaranya sebaliknya lebih cuek dalam menyikapi sebuah informasi.
13. Apakah bapak/ibu pernah membuat konten berupa tulisan maupun audio/visual dan diupload kedalam situs web maupun blog?
Media sosial dapat dijadikan sebagai sarana untuk menunjukan kreatifitas yang kita miliki dapat berbentuk tulisan audia/video mengenai pendidikan,ekonomi, politik, sosial budaya maupun hanya ingin membuat suatu konten untuk menghibur. Tetapi ketika membuat suatu konten diharapkan memperhatikan manfaat, serta dampak positif maupun dampak negatif ketika kita membuat konten tersebut jangan sampai konten kita membuat kerugian pada orang lain.
Dari data yang diperoleh menyatakan bahwa 60% tenaga pendidik sudah memanfaatkan media elektronik untuk menghasilkan karya buah dari daya kreatifitas yang dimiliki dan 40% sebaliknya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dapat disimpulkan sudah banyak tenaga pendidik yang memiliki akun media sosial, email, mampu menggunakan komputer serta berbagai fitur yang ada didalam komputer dengan baik, mengakses situs-situs internet untuk mencari sebuah data maupun informasi serta mampu memilih mana berita yang benar dan tidak. Hal tersebut semata-mata bukan hanya untuk menunjang perbendaharaan pengetahuan mereka tetapi juga untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran melalui perantara media digital, menyalurkan daya kreatifitas serta digunakan untuk mengekspresikan diri.
B. Saran
Tingkatkan kemampuan literasi digital agar banyak manfaat positif yang dapat dirasakan.
DAFTAR PUSTAKA
Silviana, Cecep jurnal imu pendidikan; pendidikan literasi digital dikalangan usia muda dikota Bandung (149-150)
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Literasi_digital : Literasi digital (09:21)












Komentar
Posting Komentar